Pascal
dikembangkan dari bahasa ALGOL, yang merupaka bahasa pemrograman komputasi scientific.
ALGOL memiliki beberapa kelemahan seperti pada tipe data pointer, karakter, dan
sulitnya mengimplementasikan bahasa tersebut ke dalam compiler menyebabkan
ALGOL tidak berkembang dan sedikit demi sedikit ditinggalkan. Pada akhirnya,
tahun 1971, salah seorang pengembang ALGOL telah berhasil mengembangkan bahasa
pemrograman baru yang diberinama PASCAL, yang mengadopsi nama ilmuwan Perancis
pada abad ke 17 Blaise Pascal.
Kelebihan dari
bahasa PASCAL adalah merupakan bahasa pemrograman yang terstruktur, bahasa pemrograman
tingkat tinggi (high level language), serta mudah bagi programmer untuk menentukan
tipe data yang diinginkan.
Di awal tahun
1980 an, PASCAL telah menjadi bahasa pemrograman standard di berbagai universitas.
Terdapat dua peristiwa yang menyebabkan PASCAL menjadi sangat populer pada saat
itu yaitu digunakannya PASCAL sebagai bahasa untuk membuat aplikasi/software
guna keperluan ujian di beberapa sekolah, serta dirilisnya Turbo Pascal
Compiler oleh perusahaan Borland International untuk komputer IBM. Sampai saat
ini, Turbo Pascal sudah mencapai rilis 7.0 bahkan sudah ada yang berjalan di
platform Windows (Turbo Pascal for Windows). Terdapat pula varian dari Turbo
Pascal yang lebih bersifat open source yaitu Free Pascal. Namun, pada saat ini.
PASCAL sudah mulai banyak ditinggalkan. Kebanyakan para programmer saat ini
lebih memilih bahasa C/C++ dan Java karena lebih mendukung untuk pemrograman berorientasi
obyek.
Meskipun
demikian, bukan berarti PASCAL juga harus ditinggalkan pada saat ini. PASCAL
masih layak dipelajari, khususnya bagi mereka yang baru belajar bahasa
pemrograman karena perintah-perintahnya menggunakan bahasa tingkat tinggi (mirip
bahasa manusia - Inggris) sehingga mudah dipahami. Selain itu, dengan belajar
PASCAL akan diperoleh modal untuk dapat menguasai pemrograman visual DELPHI.
Karena pada prinsipnya, DELPHI merupakan PASCAL yang dikombinasikan dengan efek
visual
0 komentar:
Posting Komentar